Nugroho Abikusno
InResAge, Center for Commmunity Health & Population Studies, Universitas Trisakti

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Biomedika dan Kesehatan

Hubungan antara konsumsi vitamin D dan gangguan depresi pada lanjut usia Dwana, Laksmita; Abikusno, Nugroho
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.179-184

Abstract

LATAR BELAKANGDepresi merupakan salah satu penyakit yang memerlukan perhatian khusus dikarenakan penyebarannya yang sudah cukup mengglobal dan lansia merupakan penderita utamanya. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti riwayat kejiwaan hingga nutrisi. Berbagai penelitian menunjukkan adanya perbedaan kesehatan mental berdasarkan kecukupan konsumsi vitamin D. Oleh karenanya, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara konsumsi vitamin D dan gangguan depresi pada lanjut usia. METODEPenelitian menggunakan studi observasional dengan desain potong lintang di Panti Sosial Tresna Werda Budi Mulia 2. Data dikumpulkan dengan cara wawancara terpimpin menggunakan kuesioner yang meliputi usia, jenis kelamin, kuesioner frekuensi makanan, dan skala depresi geriatrik. Analisis data menggunakan program statistik dengan tingkat kemaknaan 0,05. HASILDari 79 responden, terdapat 82,3% berusia Young-Old, 50,6% dengan jenis kelamin perempuan, 93,7% kurang mengkonsumsi vitamin D, 68,4% mengkonsumsi vitamin D di bawah rata-rata, dan 50,6% mengalami depresi. Rata-rata konsumsi vitamin D adalah 5,05 mcg. Hubungan antara usia, jenis kelamin, konsumsi vitamin D, dan rata-rata konsumsi vitamin D dengan gangguan depresi memiliki nilai p > 0,05. KESIMPULANPenelitian ini menujukkan tidak ada hubungan bermakna antara usia, jenis kelamin, konsumsi vitamin D, dan gangguan depresi pada lansia.
Importance of nutrition and lifestyle for elderly during the COVID-19 pandemic Abikusno, Nugroho
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.109-111

Abstract

Presently the world is experiencing a pandemic of a global magnitude never before witnessed and recorded by human civilization. No one is excluded from this disease and the most vulnerable are the very young and/the very old in our population. It is the most highly communicable and severe viral infection and most of our reproductive age population show practically no signs or symptoms of infection unless they are tested positive using the PCR method or arrive at the hospital in acute respiratory distress.(1) The infection spreads mostly in: 1) closed environment with poor ventilation such as clubs, café, restaurants, meeting rooms; 2) among crowds of people such as in public stations, malls, religious gatherings, and cinemas as well as; 3) within close contact with people usually friends, family or co-workers who form the cluster most likely to be infected with the virus.(2)